Selasa, 26 Januari 2016

Chatting WhatsApp dengan Catatan

27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: Banyak sekali kejadian yang mengundang kita untuk berkomentar.

Begitu rumit, banyak dan bersilewerannya peristiwa demi peristiwa yang membuat kening kita mengernyit.

Tapi cukuplah ayat ini sebagai tanggapan untuk semua itu.

اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ ۚ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ ۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (Fathir: 43)

Memanglah bila keyakinan hidup akhirat dengan segala permasalahannya sirna dari dada apapun perbuatan tidak akan sungkan untuk dilakukan.
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: 📘 PERINTAH MENYEBARKAN SALAM 📗

 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim (no. 54) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوْا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

"Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling cinta. Maukah aku tunjukkan sesuatu, bila kalian lakukan maka kalian akan saling cinta? Sebarkanlah salam di antara kalian."

Dari Abdullah bin 'Amr, bahwasanya ada seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam: "Islam seperti apakah yang baik?" Beliau menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ.

"Engkau berbagi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal ataupun tidak." (Muttafaq 'alaihi)

Mengucapkan salam di dalam Islam merupakan hak seorang muslim kepada saudaranya sesama muslim. Hukum memulai salam adalah sunnah, sedangkan hukumnya menjawabnya adalah wajib. Dan kita sebagai kaum muslimin, sangat dianjurkan untuk menyebarkan salam di antara kita.

Di bawah ini beberapa poin penting seputar salam. Semoga bermanfaat.

○ 1). Anjuran menyebarkan salam. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, al-hakim. Lihat: Shahih al-jami', no. 1085)

○ 2). Berpegang teguh dengan salam yang diajarkan agama Islam dan menjauhi ucapan salam selain dari Islam.

○ 3). Pahala yang melimpah bagi orang yang mengucapkan salam secara sempurna. (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi. Lihat: Shahih at-Tirmidzi, no. 2163)

○ 4). Menjawab salam dengan ucapan yang lebih baik atau minimal semisalnya. (QS. sn-Nisa': 86)

○ 5). Tidak memulai salam kepada ahlul kitab dan non muslim. (HR. Muslim)

○ 6). Orang yang muda memulai salam kepada yang lebih tua. Yang sedikit memulai salam kepada yang lebih banyak. Yang sedang berdiri memulai salam kepada yang sedang duduk. Yang sedang berjalan memulai salam kepada yang berdiri. Yang berkendara memulai salam kepada yang berjalan. (HR. Ahmad, al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari dan al-Adab al-Mufrod, at-Tirmidzi, al-Abdurrozzaq, Ibnu Hibban. Lihat: ash-Shahihah, no. 2199, Shahih at-Tirmidzi, no. 2175)

○ 7). Anjuran mengucapkan salam ketika masuk dan keluar majelis. (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim. Lihat: Shahih at-Tirmidzi, no. 2177)

○ 8). Selain mengucap salam, dianjurkan berjabat tangan ketika bertemu. (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, ath-Thobroni. Lihat: Shahih at-Tirmidzi, no. 2197, ash-Shahihah, no. 526)

○ 9). Mengucap salam sebelum bertanya dan berbicara. (HR. At-Tirmidzi, Ibnu 'Adi, Ibnu Sunni. Lihat: Shahih at-Tirmidzi, no. 2170, ash-Shahihah, no. 816)

○ 10). Mengulangi salam hingga tiga kali bila tidak terdengar. (HR. Al-Bukhari)

○ 11). Mengucapkan salam kepada anak-anak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

○ 12). Sunnahnya titip salam kepada orang lain. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

○ 13). Mengucap salam ketika ziaroh kubur. (HR. Muslim)

Semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah senantiasa bersama kita. Aamiin.

✅ Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA
📅 [ 05/04/1437 H ]
============================
🔹 WhatsApp 🔹 Telegram
ICC DAMMAM KSA

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA & TG Dakwah Islam
📩TG Bot : @DakwahIslam_Bot
🌐TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: HADIAH UNTUK SAHABAT2KU DI GRUP INI

════════
Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat"

══════════
Berkata Imam Syafi'i:
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah"

══════════
Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia)

═════💠💠═════
💞 Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"

═════💠💠═════
💞 Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat Imam Syafi'i beliau berkata:
Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh
setelah melihatnya

═════💠💘💠═════
🍁 Ya Allah berikan kepada kami sahabat sahabat yang sholih

🍁 Allah berfirman :
: {وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama sama dengan sahabatnya"

🌿 Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊💛💙💜💚❤

Wahai para sahabat-sahabat ku yg shaleh.. ingatlah diriku ketika kelak ALLAH memasukan dirimu ke surga-NYA.. gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju Surga ALLAH....
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: Kisah Guru Imam Bukhari yang Meninggalkan Sholat Jama'ah


Imam 'Ubaidillah bin Umar al Qawariry adalah salah seorang di antara guru Imam Bukhari dan Muslim.
Beliau menceritakan tentang pengalamannya:

Aku hampir tidak pernah ketinggalan shalat berjama'ah. Suatu hari aku kedatangan tamu yang membuatku terlambat melakukan shalat Isya berjama'ah. Setelah itu aku pergi keluar mencari orang untuk teman shalat berjama'ah di antara qabilah-qabilah Bashrah. Tapi sayangnya semua orang sudah shalat.

Aku berbisik di dalam hati, Rasulullah pernah bersabda:
"Shalat berjama'ah lebih utama dari pada shalat sendirian dengan 27 derajat".
Akhirnya aku pulang lagi ke rumah. Sesampai dirumah aku mengerjakan shalat Isya sebanyak 27 kali. Setelah itu aku langsung tidur...Di dalam tidurku, aku bermimpi melihat diriku bersama serombongan orang yang lagi menunggang kuda. Akupun juga menunggangi kuda. Kami saling berpacu. Namun kuda-kuda mereka mampu memacu mendahului kudaku. Lalu aku memukul kuda tungganganku supaya ia menyusul mereka.
Tiba-tiba orang yang berada di akhir rombongan menoleh kepadaku dan berkata:
"Jangan paksa kudamu! Engkau tidak akan bisa menyusul kami".
Aku bertanya: Kenapa?
Dia menjawab: Karena kami shalat Isya berjama'ah.

******Berapa shalat jama'ah kah yang sudah kita tinggalkan? Bagaimanakah kondisi kuda kita? Sudah sejauh mana kita ketinggalan dari rombangan? Ataukah kuda kita sudah sakit-sakitan dan tidak bisa lagi dibawa berlari untuk mengantar ketempat tujuan?
Dan na'udzubillah kalau kita tidak punya kuda sama sekali.

Rasulullah mengatakan: "Amalan yang pertama sekali dihisab nanti di akhirat adalah shalat. Barang siapa yang shalatnya beres, maka ringanlah urusan selanjutnya".

Ya Allah, berilah kami bimbingan-Mu untuk selalu menegakkan shalat berjama'ah.
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: Assalamu'alaikum

Copas grup WA

Nice story,
Aku tak Mau Menghafal Doa Ini!

Aku adalah salah seorang guru di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di salah satu kota besar di negeri ini. Hampir setiap maghrib aku habiskan waktuku bersama anak-anak kecil. Mengajari mereka membaca Al-Quran, menghafal doa-doa umum, dan menghafal surat-surat pendek bukanlah hal yang membosankan bagiku. Tawa canda mereka, kepolosan mereka, dan kenakalan mereka, seolah-olah membawa kebahagiaan tersendiri bagiku.

Pada suatu pertemuan, setelah mendampingi murid-muridku dalam membaca Al-Quran, kuminta mereka untuk menghafal seuntai doa. Ya! Doa yang telah umum diketahui, yaitu doa untuk orang tua: Rabbighfirlì waliwàlidayya warhamhumà kamà rabbayànì shaghìrà. Secara bahasa, terjemahan doa tersebut kurang lebih seperti ini, "Ya Tuhan, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil". Aku tak pernah meminta murid-muridku untuk menghafal seuntai doa kecuali dihafal juga terjemahannya.

Seperti biasa, mereka yang telah berhasil menghafalnya dipersilakan pulang duluan. Kulihat murid-muridku menghafalkannya dan berusaha untuk menjadi yang pertama kali pulang. Satu per satu mulai menunjukkan hafalannya kepadaku. Mereka pun pulang setelah kunyatakan hafalannya diterima hingga tinggal tersisa satu anak lagi.

Kudengar hafalannya tak pernah sampai selesai. "Rabbighfirlì… waliwàlidayya… warhamhumà…", ucapnya terbata-bata berusaha mengingat apa yang ia hafal. Ia berhenti sejenak. Lalu ia mengulanginya lagi dari awal. Ia terus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Akhirnya aku menimpali hafalannya, "Kamà rabbayànì shaghìrà".

Rupanya, ia tak menghiraukanku. Ia kembali memperlancar potongan doa yang telah dihafalnya. Kutimpali lagi dan ia tak menghiraukanku. Pada kali yang ketiga, setelah kutimpali hafalannya, ia berhenti sejenak dan mendekatiku seraya berkata, "Pak Ustadz, aku tak mau menghafal doa ini!"
Dengan sedikit heran, aku bertanya, "Lho, kenapa?"

Dengan sedikit gugup, ia menjawab, "Ayah dan Ibu sibuk bekerja, bilang sibuk dakwah dan mengajar. Sering sekali aku tidur di rumah hanya dengan bibi (asisten rumah tangga) atau bahkan sendiri. Jika keduanya sedang ada di rumah, aku tak pernah mendengar salah satu dari mereka membaca atau menghafal Al-Quran. Keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di depan handphone atau laptopnya. Keduanya sering sekali membelikanku mainan tapi keduanya tak ada yang mau bermain denganku. Mainan itu hanya sebagai pengalih agar aku tak mengganggu pekerjaan mereka."

Aku menghela nafas panjang.
"Pak Ustadz, aku tak mau menghafal doa ini. Aku tak mau Allah menyayangi orang tuaku sebagaimana orang tuaku menyayangiku", tutupnya.
Mataku berlinang. Kukatakan kepadanya, "Semoga Allah merahmatimu. Cukuplah menghafal doanya hanya Rabbighfirlì waliwàlidayya warhamhumà dan kamu boleh pulang."

Kini aku mengerti, sayangnya kita kepada anak-anak kita boleh jadi adalah parameter sayangnya Allah kepada kita.

Jadilah orang tua yg hebat, -ayah bunda 😌

Ditulis oleh:
Rasta Taleowak
22 Desember 2015
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: Bacalah, 5 Bukti Cepat Bangun Pagi Bikin Cepat Kaya dan Sehat

Apakah Anda pernah mendengar istilah "Jangan bangun siang nanti rezeki di patok ayam?"

Mungkin itulah yang dimaksud dengan banyak rezeki menunggu kita dipagi hari.

Mengapa bangun pagi selalu dikaitkan dengan terbukanya pintu rezeki?

Berikut ini adalah beberapa bukti bahwa bangun pagi memang dapat membuka pintu rezeki lebih lebar lagi.

1. Antara terbit fajar dengan terbit matahari adalah saat Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad dan al-Baihaqi, diceritakan bahawa ketika Rasulullah pulang dari salat subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati puterinya, Fatimah, masih tidur.

Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan puterinya itu lalu berkata, "Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai kerana Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari."

2. Doa keberkahan dari Rasulullah untuk umatnya yang senang bangun subuh

"Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh." (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Siapa yang tidak meyakini doa Rasulullah?
Doa ini menunjukkan bahwa keberkahan akan didapatkan oleh orang-orang yang senang bangun subuh.

Bagi yang merasa punya penghasilan banyak, tapi tidak pernah cukup, barangkali karena penghasilan yang diperoleh belum mengandung keberkahan!

Coba praktekkan bangun lebih pagi!

3. Bangun pagi membuat mood lebih baik

Peneliti dari Roehampton University di Inggris menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood yang baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal.

"Mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia," ungkap peneliti Dr Joerg Huber, yang dikutip melalui Medicmagic.
Mereka yang bangun lebih pagi umumnya punya mood yang lebih ceria dan bahagia ketimbang orang-orang yang bangun terlambat.

Studi ini juga dilaporkan dalam jurnal Emotion tahun 2012 di mana ternyata sistem syaraf dipengaruhi kebiasaan bangun pagi ini.
Mood yang lebih baik dan keceriaan ini tentu saja berpengaruh pada semangat kita dalam mencari rezeki di hari itu.

4. Bangun pagi lebih sehat

Analisa para ilmuwan dari Universitas Toronto Kanada pun menyimpulkan, mereka yang bangun lebih pagi secara umum memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik.

Orang yang bangun lebih pagi juga merasa lebih bahagia hidupnya dibandingkan yang bangun siang karena mereka lebih mudah beradaptasi dengan jadwal aktivitas sehari-hari.

Efek terhadap pendapatan rezeki?
Sudah tentu lebih kencang ketimbang orang yang kondisi kesehatannya buruk dan sulit beradaptasi dengan jadwal sehari-hari.

5. Bangun pagi membuat badan lebih aktif dan berenergi

Bangun lebih pagi bukan bikin badan jadi lemas, malah justru lebih aktif dan terasa penuh energi.

Apalagi jika disertai dengan senam-senam singkat atau sekedar pemanasan.

Hal ini dibalas lebih dalam di Journal of Applied Psychology Social tahun 2009.

Tidak hanya itu, bangun pagi pun disinyalir dapat melangsingkan tubuh.

Tentu saja orang yang lebih aktif dan berenergi akan lebih semangat dalam pencapaian target pekerjaan, ujungnya juga berpengaruh pada pendapatan rezeki.

6. Bangun pagi membuat tingkat depresi lebih rendah

Penelitian di Jerman pada tahun 2013 menemukan hubungan antara depresi yang lebih tinggi dengan kecenderungan tidur larut malam.
Mereka yang tidur cukup dan bisa bangun lebih pagi memiliki tingkat depresi rendah.

Tingkat depresi dan stres yang lebih rendah bisa dipastikan dapat mempengaruhi kinerja kita menjadi lebih produktif.
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: Bismillah, sedikit catatan kecil dari ayat - ayat yang ada di dalam Al - Qur'an, semoga bermanfaat.


"Hai orang - orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya mendapatkan keberuntungan."

(Al - Ma'idah : 35)

"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."

(Al - Mujadilah : 6)

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang - orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata : "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun."

(Al - Kahfi : 49)
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: 6 PENGHALANG HIDAYAH

1. Sibuk dengan kenikmatan, tapi lalai mensyukurinya.
2. Cinta pada Ilmu, tapi tidak mengamalkannya.
3. Slalu berbuat dosa, tapi menunda taubat.
4. Bangga bergaul dengan orang shaleh, tapi tidak mau meneladani perbuatannya.
5. Tahu bahwa dunia berpaling menjauhi, tapi mereka berusaha mengejarnya.
6. Tahu bahwa akhirat mendatangi, tapi mereka justru berpaling menjauhinya.
(Al-Fawa'I'd, hal: 196).

"Orang lalai memulai harinya dgn memikirkan APA yang harus dia kerjakan. Sementara itu, orang berakal merenungkan APA yang akan Allah lakukan terhadapnya".
(Ibnu Atha'illah)

Yuk bersama membaca DO'A PAGI INI

Ya Allah Ampunilah jika diriku masih rapuh
terhadap godaan kenikmatan dunia yang sesaat,
ampunilah jika diriku seringkali melalaikanMu
dan ampunilah juga jika diriku masih sering
menganggap enteng kekuasaanMu.
Ya Allah Ampunilah dosa-dosa ibuku, bapakku,
istri/suamiku, anak-anakku, saudara-saudaraku
dan para sahabatku.
Ya Allah Senantiasa bimbinglah diriku agar kuat
dalam mempertahankan keimanan kepadaMu
dan tidak mudah terhadap godaan kenikmatan
dunia yang sesaat.
Ya Allah Engkaulah maha penerima taubat serta
maha bijaksana. kepadaMu lah ku serahkan diri
ini.
Ya Allah Jadikan diriku sebagai hamba-hamba
pilihanMu yang senantiasa dekat denganMu.
Aamiin.
27/01/2016, 9:38 - Fadrizali: Bismillah, ayat renungan bagi kita untuk menghindarkan diri dan keluarga dari api neraka. semoga bermanfaat dan Allah meridhoi kita agar terhindar dari api neraka.


"Hai orang - orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat - malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

(At - Tahrim : 6)

"Hai orang - orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?"

(As-Saf : 10)

"(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."

(As-Saf : 11)

Riwayat chatting terlampir sebagai file "Chatting WhatsApp dengan Catatan.txt" di email ini

Masalah

Keren ini...

Diriwayatkan bahwa ada seseorang yg bernama Yunus bin Abdul A'la. Dia adalah salah seorang murid Imam Syafi'i, ia berbeda pendapat dgn Imam Muhamad bin Idris Asy Syafi'i dlm satu permasalahan di saat ia sedang mengajar di masjid.

Kemudian berdirilah Yunus sambil marah dan meninggalkan pengajian lalu pulang ke rumahnya.

Malam tiba. Yunus mendengar suara pintu rumahnya diketuk orang.

"Siapa..?" Tanya Yunus.

"Muhamad bin Idris.." Kata yg ngetuk.

Pikiran Yunus menerawang pada siapa saja yg namanya Muhammad bin Idris.

"Ini Syafi'i.."

Waktu pintu dibuka, Yunus kaget luar biasa..!

Berkata Imam Syafi'i :

"Hai Yunus, ratusan masalah menyatukan kita, apakah hanya karena satu masalah kita berpisah..?"

Janganlah engkau berupaya utk selalu menang dlm setiap perdebatan, karena memenangkan hati lebih utama daripada memenangkan perdebatan!

Jangan kau hancurkan jembatan yg sudah kau bangun dan kau sebrangi. Karena bisa jadi engkau membutuhkannya utk kembali di satu hari nanti..!
Upayakan engkau selalu membenci kesalahan, bukan membenci pelakunya..!

Marahlah engkau pd maksiat, tapi maafkan pelakunya. Kritiklah pendapat orang, namun tetap hormatilah org yg mengatakannya. Tugas kita dlm hidup ini adalah membunuh penyakit, bukan membunuh orang yg sakit..!

Jika orang datang padamu meminta maaf, berilah maaf! Kalo  engkau didatangi orang bingung, dengarkanlah curhatannya! Jika orang yg butuh datang padamu, berilah ia dari sebagian apa yg telah Allah berikan padamu. Bila ada yg datang menasihatimu, berterima kasihlah kepadanya...!

Meskipun engkau hanya memanen duri di satu hari, tetaplah kau tanam bunganya dan jangan pernah ragu. Karena balasan dari Zat yg Maha Kasih dan Maha Dermawan jauh lebih mulia dari pada balasan manusia.

Semoga ada manfaatnya. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Copas

Hp ini terasa tidak memadai untuk menampung informasi penting dan nasehat yang datang bertubi-tubi setiap hari melalui, WA dan BBM.

Baru 2 medsos ini yang saya ke rajinan aktif di dalamnya. Dan saya merasa semuanya penting namun kapisitas hp tidak memadai, dan ingin disimpan dan di harapkan dapat berbagi. So copy paste (copas) saat ini tempat yang baik untuk menyimpannya.
Salah satu di blog ini.

Cinta

Apakah yang anda pahami tentang cinta?

Cinta itu adalah ..

Ku ucapkan ijab kabul di depan pak kadi agar halal istri ku sekarang.

Ku berkerja siang dan malam, 5 hari dalam seminggu untuk memenuhi kebutuhan ku dan istri beserta anak.

Ku kunjungi orang tuaku di kampung 1 hari dalam seminggu.

Ku datangi masyarakat yang perlu pendampingan agar negeri ini jadi sehat dan sejahtera, walau itu entah kapan terwujud.

Ku sediakan waktu untuk berinteraksi di dunia maya, sekedar melihat dunia dari gengaman atau menyimpan kenangan-Kenangan, mencari ilmu untuk belajar, mencari info terbaru. Ini lah dunia itu sekarang.

Kusedikan waktu minimal 5 kali dalam sehari untuk sujud di hadapan Allah.

Juga ku sediakan waktu dalam sehari kira-kira 1 jam untuk membaca pedoman hidup (Al-quran)

juga aku suka berteman dan bersahabat dengan orang-orang sholeh.

Semua itu sedikit menggambarkan cinta.
yang tidak memadai untuk didifinisikan.

Pemberdayaan

Pemberdayaan apa sih menurut anda?

ini pekerjaan saya, atau saya banget begitu, kalau memakai bahasa anak muda.
Sudah lebih 10 tahun saya jalani sejek tahun 2006, sampai saat ini 2016.
Lama memang, tidak terasa.. dan aku bangga menjalaninya. Dapat membantu sesama. Membatu masyarakat yang kurang mampu, secara ekonomi lemah, juga saat seperti saat ini ekonomi bagus tetapi pengetahuan kurang.
Pokoknya ada kurangnya, dan merekalah yang kita bantu.

Jam kerja yang fleksibel, bisa di atur namun terasa tidak cukup untuk 24 jam sehari.. rasanya mintak nambah jam gitu loh dalam sehari.

Media yang di gunakan mulai yang sangat sederhana, apa adanya sampai media online, mengunakan aplikasi terkini sampai yang jadul, tidur di lantai, kursi, atau nginap di rumah masyarakat sampai tidur di hotel berbintang itu di jalani.

Bidang yang di geluti, keuangan, bangunan, marketing, pembukuan, publik relation, organisasi, pemberdayaan, ekonomi, koordinasi, kesehatan, ekonomi, pendidikan semua di jalani dan di godok jadi satu sesuai porposinya di gunakan.

Jalan terjal, licin, berbatu, lancar, angin, badai dan hujan teman yang mengiasi perjalalanan sehari-hari.

Begitulah pemberdayaan itu.

Poligami

# OOH TERNYATA ITU YANG MEMBUAT IA TAK RELA

Perlu dipahami ...

Sebagian wanita khawatir sekali jika suaminya memilih poligami ...

Tahu gak kenapa?

Karena istri tersebut sangat menyayangi suaminya.

Alasan kedua ...

Karena istri tersebut takut suaminya melalaikan dirinya.

Alasan ketiga ...

Karena istri tersebut takut suaminya melalaikan anak-anaknya.

Alasan keempat ...

Karena istri tersebut khawatir suaminya tidak bisa adil dalam hal nafkah.

Walau masalah cinta sulit untuk dibuat adil.

Alasan kelima ...

Karena istri tahu bahwa suami tidak bisa adil dalam memberikan jatah malam antara istri tua dan muda.

Alasan keenam ...

Karena istri tidak mau hatinya terus gelisah setiap malam.

Alasan ketujuh ...

Karena istri tidak mau keluarganya yang belum paham kecewa dan sedih.

Alasan kedelapan ...

Intinya, istrimu tidak mau engkau jauh darinya, ia benar-benar mencintaimu.

SYUKURLAH JIKA ALASAN ISTRI ANDA SEPERTI ITU ...

Tak percaya? Tanyakanlah padanya.

---

Kalau demikian, sekarang pupuk kembali rasa cintamu pada istrimu ...

Manjakan dia ...
Sayangi dia ...
Peluklah dia ...
Kecuplah keningnya ...
Jangan sakiti ...
Jangan kecewakan dirinya ...

Kata para ulama dalam kaedah fikih:
"Menjaga tentu lebih baik daripada memulai dari awal lagi."

Kalau suami tak mampu adil seperti kita yang lemah, ia akan berpikir bahwa berpoligami itu berat dan ia akan menimbang 1000 kali saat punya keinginan beristri lebih dari satu.

Wahai para suami yang ingin poligami, coba pikirkanlah hadits ini, jangan hanya berpikir enaknya punya banyak istri ...

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

"Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring." (HR. Abu Daud no. 2133, Ibnu Majah no. 1969, An Nasai no. 3394. Syaikh Al Albani menyatakan hadits tersebut shahih sebagaimana dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1949)

ADAPUN AKU ...

Kami khawatir tidak bisa berbuat adil seperti di atas. Diri kami, kami masih nilai begitu lemah.

✏️ Terakhir, kami benar-benar mencintai istri kami, tidak mau membuat ia sedih dan kecewa. Lebih-lebih karena mempertimbangkan maslahat dakwah. Dan tak mau kucing-kucingan, takut khianat dan berdusta.

---

@ Halim Perdana Kusuma, 9 Rabi'ul Awwal 1437 H

By: Muhammad Abduh Tuasikal

Gabung pada Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin

Chatting WhatsApp dengan Catatan

16/01/2016, 7:12 - Hany Sayang: 7 Keutamaan Ikhas dalam Al-Qur'an (1) https://www.islampos.com/7-keutamaan-ikhas-dalam-al-quran-1-246347/
16/01/2016
, 21:37 - Hany Sayang: HADIAH UNTUK SAHABAT2KU DI GRUP INI

════════
Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat"

══════════
Berkata Imam Syafi'i:
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah"

══════════
Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia)

═════💠💠═════
💞 Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"

═════💠💠═════
💞 Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat Imam Syafi'i beliau berkata:
Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh
setelah melihatnya

═════💠💘💠═════
🍁 Ya Allah berikan kepada kami sahabat sahabat yang sholih

🍁 Allah berfirman :
: {وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama sama dengan sahabatnya"

🌿 Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊💛💙💜💚❤

Wahai para sahabat-sahabat ku yg shaleh.. ingatlah diriku ketika kelak ALLAH memasukan dirimu ke surga-NYA.. gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju Surga ALLAH....
19/01/2016, 13:25 - Hany Sayang: 🍑7 TANDA KEBAHAGIAAN...
SUDAH BERAPAKAH YANG KITA MILIKI SEKARANG...?🍑

Baca dengan perlahan untuk bisa direnungkan hikmahnya..
Ada 7 tanda-tanda kebahagiaan hidup di dunia:

✅ 1) Qalbun Syakirun..
Hati yang selalu bersyukur, artinya selalu menerima apa adanya (Qana'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur..

✅ 2) Al-Azwajus Shalihah..
Pasangan hidup yang shaleh/shalihah, pasangan hidup yang shaleh/shalihah akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah..

✅ 3) Al-Auladul Abrar..
Anak yang shaleh/shalihah.. Doa anak shaleh/shalihah kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH, berbahagialah orang tua yang memiliki anak shaleh/shalehah..

✅ 4) Al-Baitus Shalihah..
Lingkungan yang kondusif untuk iman kita..
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang shaleh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah..

✅ 5) Al-Maalul Halal..
Harta yang halal.. Bukan banyak harta, tapi harta yang dimiliki..
Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi suci, bersih dan kokoh.. Sehingga memberikan ketenangan dalam hidup..

✅ 6). Tafaquh fid-dien..
Semangat untuk memahami agama.. Dengan belajar ilmu agama, semakin cinta kepada agama, semakin tinggi cinta kepada Allah dan Rasulullah.. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hati..

✅ 7). Umur yang barokah..
Umur makin tua makin sholeh.. Setiap detiknya diisi dengan amal ibadah.. Makin tua makin rindu untuk bertemu dengan sang pencipta.. Inilah semangat hidup orang-orang yang barokah umur nya..

💠Semoga Allah mudahkan kita dalam perjuangan besar untuk memiliki 7 indikator kebahagian yang disebut Ibnu Abbas RA diatas..

Aamiin Ya Allah..

BarakaAllahufiikum..
Semoga bermanfaat..


Reposted By
®Rumah Dakwah Indonesia🇮🇩
26/01/2016, 19:38 - Fadrizali: Mertua Ku adalah Orang tua Ku

Ketika seorang wanita menikah, maka tanggung jawab orang tuanya sudah terlepas, karena kini tanggung jawab itu beralih pada sang suami, dan kewajiban sebagai istri adalah memenuhi hak-hak si suami, demikian juga suami terhadap istri. Namun ada yang perlu kita ketahui, kita menikah bukan pada suami kita saja, melainkan pada semua keluarga besar dan juga kedua orang tuanya.

kadang sering terjadi perselisihan memang antara kita dengan keluarga suami, karena dua karakter keluarga dan adat yang berbeda bersatu menjadi keluarga besar. Tapi kita sebagai seorang muslimah yang baik harus mengerti dan memahami. Kita menjadi istri dari anak mertua kita, yang selama ini telah membesarkannya dan berharap suatu hari nanti si anak akan menjaga dan menyayanginya hingga mereka kembali kepada sang khaliq, maka wajarlah kadang bila anaknya ingin menikah, orang tua dari calon mempelai laki-laki menyeleksi calon menantunya terlebih dahulu, sebelum menerimanya menjadi bagian dari keluarga besar mereka.

Beberapa hari lalu seorang teman minta di telfun oleh saya. Dia bilang ingin curhat dengan saya tentang adik iparnya itu, sebenarnya dia sendiri adalah seorang menantu, dan mempunyai adik ipar yang sudah menikah, jadi yang ingin dia ceritakan adalah istri dari adik iparnya itu, dan kebetulan adiknya itu menikah dengan orang yang sama-sama kami pernah kenal dulu. Maksudnya adalah dia ingin sekali mencari solusi bagaimana mengatasi hal ini, karena dia merasa bertanggung jawab dalam hal ini, kenapa…? karena dia yang dulu mengenalkan nya pada adik iparnya itu. Jadi bukan bermaksud untuk ghibah.

Ceritanya memang sangat mengharukan, karena saya benar-banar tidak manyangka sama sekali, saya mengenal teman (adik ipar teman saya) itu adalah orang yang baik, tapi kini jadi berubah. teman saya bercerita istri adik iparnya itu kini tidak punya sopan santun sama sekali dengan ibu mertuanya, apa lagi ketika sempat si adik ipar itu menginap beberapa minggu di rumah mertuanya. Teman saya bercerita kadang adik iparnya itu, suka ketus bila berbicara pada ibu mertuanya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena saya tidak tahu permasalahan yang sebenarnya, jadi saya hanya memberi saran, agar teman saya itu berbicara pada suaminya, maksudnya adik iparnya yang laki-laki, agar dia menasehati istrinya itu.

Sedih sekali saya mendengar cerita teman saya ini, terbayang saya wajah wanita tua itu, mertua dari teman saya, karena saya pernah bertemu dengannya saat liburan tahun lalu. Beliau sudah sangat tua dan beliau mengasuh anak-anaknya sendiri, karena suaminya telah meninggalkannya kembali kepada sang khaliq, ketika anak-anaknya masih kecil-kecil. Betapa sedih hati nya mendapati menantu yang tidak menyayangi dan menghargainya. Terbayang pula oleh saya kedua orang tua suami saya yang sudah renta, beliau tinggal hanya berdua saja, sedangkan kedua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal jauh darinya. Walaupun saya atau suami sering menelfunnya, tapi saya yakin beliau ingin sekali berdekatan dengan anak, manantu dan cucu-cucunya.

Saya jadi ingat cerita tentang Nabi Ibrahim, Ketika itu Nabi Ibrahim berkunjung kerumah anaknya Nabi ismail dan saat itu hanya istri nabi ismail lah yang berada di rumah, lalu Nabi Ibrahim bertanya pada istri Nabi ismail, tentang keadaan rumah tangganya, dan di jawab oleh istri nabi ismail dengan ketus serta membuat Nabi Ibrahim tidak suka mendengarnya, maka ketika Nabi Ibrahim hendak pergi meninggalkan rumah itu, Beliau menitip salam untuk Nabi Ismail pada istrinya, agar segera mengganti tiang pintu rumahnya itu. ketika Nabi Ismail kembali salam itu si sampaikannya, Nabi Ismail tahu, bahwa yang berkunjung tadi adalah ayahnya dan saat itu juga Nabi Ismail segera menceraikan istrinya serta mengembalikannya kepada kedua orang tuanya.

Apakah harus demikian dengan kita, tidak…! Kita InsyaAllah bisa lebih baik dari istri Nabi ismail, dalam berbicara dan sopan santun kita kepada mertua kita, karena beliau adalah orang tua kita, setelah kita menjadi istri dari suami kita. Berfikirlah lebih baik wahai Ukhti, karena kita adalah seorang Ibu, dan anak kita kelak akan menikah nanti. Saya juga sempat merasakan hal itu, namun ketahuilah, bahwa semua yang di lakukan oleh orang tua suami kita itu adalah tidak lain hanyalah cemburu belaka, karena anak yang sedianya senantiasa selalu memperhatikannya, kini terbagi perhatiannya, bahkan kadang perhatian itu menjadi lebih sedikit terhadap kedua orang tuanya, malah lebih banyak kepada kita, sebagai istrinya. Tidak kah kita bersyukur mempunyai suami yang sholeh, maka ingatkanlah pada suami kita, untuk selalu memperhatikan orang tuanya yang sudah membesarkannya.

Bila ada kesempatan kita yang memberi kasih sayang lebih banyak pada mertua kita, sebagaimana kita memberikan kasih sayang kita pada Orang tua kita selama ini. Apa lagi bila mertua lelaki kita sudah tiada, maka ibu mertua kita butuh perhatian lebih dari anak-menantunya, bakti kita padanya, seperti bakti kita pada Ibu kita. Jangan sungkan ucapkan sayang pada beliau, agar beliau tahu kalau kita sebagai menantu tidak akan pernah mengambil hak beliau sebagai seorang ibu yang jadi tanggung jawab bagi anak lelakinya yaitu suami kita, walaupun si anak sudah menikah.

Seperti cerita yang pernah saya tulis juga, tentang kasih ibu sepanjang zaman, kasih anak sepanjang galah. Maka jangan kita biarkan suami kita hanya memberikan kasih sayangnya pada orang tuanya, terutama pada ibunya yang sudah melahirkan dan membesarkannya hanya sampai pada suami menikahi kita dan mendapat kasih sayang dari kita, serta merasa cukup. sehingga perhatian pada kedua orang taunya terabaikan. Jangan.
Ingatkan selalu pada suami kita untuk terus berbakti pada kedua orang tuanya.
Memperhatikannya, jangan sampai mertua kita berkata pada suami kita,

" Setelah kamu menikah, kamu tidak lagi memperhatikan Ibu..( Kami ) " .

Sedihkan kita mendengarnya, karena itu suatu keluhan dari seseorang yang mempunyai doa yang makbul, yang cemburu karena kehilangan kasih sayang dari anaknya yang sudah beliau besarkan selama ini.

Kewajiban anak laki-laki dalam memberikan perhatiannya pada kedua orang tuanya, walaupun anak lelaki itu sudah menikah adalah jelas, seperti dalam sabda Rosulullah SAW.

Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki meminta ijin berjihad kepada Rasulullah SAW. Beliau bertanya, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Lelaki itu menjawab, "Masih." Beliau bersabda, "Kalau begitu, berjihadlah dengan berbuat baik terhadap keduanya." (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Mari sayangi Mertua kita, sebagimana kita menyayangi Kedua Orang tua kita, karena di sana ada do´a untuk kebahagian rumah tangga kita. Amiin.

Wallahu´alam bisshowab.

Heidenheim 11 Maret 2009
26/01/2016, 19:38 - Fadrizali: sumber nya http://www.eramuslim.com/oase-iman/mertua-ku-adalah-orang-tua-ku.htm#.Vqdn8U9QK7Y
26/01/2016
, 19:41 - Fadrizali: Haruskah Istri Berbakti pada Mertua?Istri berbakti pada mertua (orang tua suami), apakah wajib?

Yang jelas istri punya kewajiban untuk berbakti dan taat pada suami.

Dalilnya, hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapakah wanita yang paling baik?" Jawab beliau, "Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci" (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Hadits berikut juga menunjukkan bagaimanakah mulianya seorang wanita jika ia bisa berbakti pada suami dengan baik.

Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya,

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

"Apakah engkau sudah bersuami?" Bibi Al-Hushain menjawab, "Sudah." "Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?", tanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, "Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu." (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

وليس على المرأة بعد حق الله ورسوله أوجب من حق الزوج

"Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah dan Rasul-Nya- daripada hak suami" (Majmu' Al Fatawa, 32: 260)

Syaikh Musthofa Al Adawi mengatakan: Tidak wajib, namun mustahab (sunnah) dan itu bagian dari ihsan (berbuat baik). (Video Syaikh Musthofa Al Adawi di Youtube)

Para istri, jangan lupakan yah. Tetap jalin hubungan baik dengan mertua. Raih pahala dengan bentuk berbuat baik dengan mereka, biar lebih menyenangkan hati suami dan Anda punya nilai istimewa di matanya.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun di pagi hari penuh berkah di Pesantren Darush Sholihin, 13 Dzulqo'dah 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh Tuasikal, Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Milikilah buku karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang membahas fikih jual beli (tinjauan fikih dasar dan masalah kontemporer) dengan judul "Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang". Harga Rp.30.000,-, terbitan Pustaka Muslim Yogyakarta. Lihat infonya di sini.

Segera pesan via sms +62 852 00 171 222 atau BB 2A04EA0F atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: buku dagang#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah buku.
26/01/2016, 19:46 - Fadrizali: Hak Suami & Istri VS Hak Orang tua & Mertua

Suatu ketika ana kembali mendapat pertanyaan melalui inbox di fb, pertanyaan tersebut berbunyi:
Nanya lagi
Kan hadits Rasul bahwa laki2 itu hak ibunya dan perempuan itu hak suaminya, trus ada yg nanya ke saya, ibu2, kalau seorang ibu tidak punya anak laki2 lantas siapa yg akan bertanggung jawab atas nya sedangkan anaknya adalah hak suaminya » tentu kewajiban anak dan menantunya juga (jawab sy) tp sang ibu terlihat tidak puas dg jawaban sy, adakah hadits/dalil yg menjelaskan terkait hal ini? Karena Allah pasti Maha Adil.
Jazakallah


Bismillahirrahmanirrahim

Semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan dan kesehatan kepada orang-orang tua kita semuanya jika mereka masih bersama kita saat ini, dan melimpahkan ampunan dan rahmat-Nya bagi orang-orang tua yang telah sampai kepadanya ketentuan dari-Nya. Shalawat dan salam untuk junjungan kita Rasulullah SAW.

Satu hal yang harus difahami dan diketahui bersama, bahwa hak orang tua untuk dihormati oleh anak-anaknya, baik laki-laki ataupun perempuan, di dalam Al-Qur'an ditempatkan pada urutan kedua setelah penyebutan hak Allah untuk disembah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23)

"Dan Tuhanmu telah memutuskan (mewajibkan), untuk tidak menyembah segala sesuatu selain kepada-Nya, dan berbuat baik kepada kedua orang tua, jika keduanya sampai pada usia lanjut bersamamu, ataupun salah satu di antara keduanya. Maka janganlah berkata kepada keduanya "Ah…!!!," dan janganlah menghardik keduanya, dan berkatalah kepada keduanya dengan perkataan yang mulia." (Al-Isra' 17: 23)

Ayat ini menyiratkan kepada kita bahwa pada kondisi bagaimanapun, hak orang tua untuk dihormati, diperlakukan dengan baik, didengar nasihat-nasihatnya, disilaturahimi, dan lain sebagainya, tetaplah ada dan tidak bisa diganggu gugat, baik itu oleh suami, istri, atau siapapun. Hal ini berlaku untuk anak laki-laki ataupun perempuan, baik yang sudah menikah ataupun masih jomblo, karena ini adalah hukum asalnya.

Satu hal lagi yang perlu kita ketahui juga, bahwa tidak hanya dalam Al-Qur'an hak orang tua menjadi hak istimewa yang diletakkan setelah hak Allah SWT, dalam hadits-hadits Rasulullah SAW pun hak ini tetap ditempatkan sesudah hak Allah SWT. Sebagai contoh yaitu:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ.

"Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, ia berkata, Nabi SAW bersabda,"Maukah kalian aku kabarkan mengenai dosa yang paling besar…??? Beliau mengulanginya tiga kali, maka para sahabat menjawab,"Mau, ya Rasulullah." Beliau bersabda,"Syirik menyekutukan Allah, dan durhaka terhadap orang tua."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i, Imam Ahmad, Abdurrazaq, Al-Baihaqi, Al-Thabrani, Ibnu Hibban, Al-Bazzar, Dhiya' Al-Maqdisi, Al-Hakim, Al-Ashbahani, Al-Darimi, Al-Thahawi, dan Al-Thayalisi, semoga Allah SWT merahmati mereka semuanya.

Selain itu, di antara ayah dan ibu, yang paling utama dan paling berhak untuk dihormati adalah ibu, hal ini diisyaratkan dalam hadits:

عن أبي هريرة قال: جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم فقال من أحق الناس بحسن صحابتي ؟ قال أمك قال ثم من ؟ قال ثم أمك قال ثم من ؟ قال ثم أمك قال ثم من ؟ قال ثم أبوك.

"Dari Abu Hurairah, ia berkata, seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah SAW, siapa orang yang paling berhak untuk dihormati? Rasulullah SAW menjawab,"Ibumu," laki-laki tersebut menjawab,"Kemudian siapa?" beliau menjawab,"Ibumu," laki-laki itu menjawab,"Kemudian siapa? Beliau menjawab,"Ibumu," laki-laki itu menjawab,"Kemudian siapa?" Rasulullah SAW menjawab,"Bapakmu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, dan yang selain keduanya.
Hukum asal mengenai hak dan posisi seorang anak terhadap kedua orang tua khususnya ibu, haruslah diketahui dan benar-benar difahami oleh seorang suami ataupun istri. Sehingga dengan demikian, seorang suami yang shaleh tidak akan membiarkan bidadari tercintanya menzhalimi hak mertuanya sendiri, akan tetapi harus membantunya untuk menunaikan hak-hak tersebut secara proporsional. Demikian pula dengan seorang istri yang shalihah, ia tidak akan membiarkan mujahid tercintanya menzhalimi hak mertuanya, atas nama cinta terhadap istri. Namun sang istri juga harus memastikan bahwa sang suami tercinta memenuhi semua hak dan tanggung jawabnya secara proporsional terhadap orang tuanya.

Jika hukum asal di atas sudah difahami, maka ana selanjutnya akan menjelaskan maksud hadits yang disebutkan dalam pertanyaan di atas. Secara lengkap, hadits yang disebutkan dalam pertanyaan di atas adalah sebagai berikut:


عن عائشة رضي الله عنها قالت : قلت يا رسول الله أي الناس أعظم حقا على المرأة ؟ قال : زوجها قلت : فأي الناس أعظم حقا على الرجل ؟ قال : أمه.

"Dari Aisyah r.anha, ia berkata, saya berkata kepada Rasulullah SAW,"Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling besar haknya kepada seorang perempuan/istri? Beliau menjawab,"Suaminya." Aku berkata,"Dan siapakah manusia yang paling berhak terhadap seorang laki-laki/suami? Beliau menjawab,"Ibunya."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i, Al-Hakim, dan Imam Al-Bazzar. Berkaitan dengan derajatnya, Imam Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Imam Bukhari dan Imam Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkannya. Mengenai riwayat Al-Bazzar, Al-Hafiz Al-Mundziri menyebutkan dalam Al-Targhib wa Al-Tarhib bahwa sanad yang disampaikan oleh Al-Bazzar berderajat hasan.

Dalam memahami hadits ini, haruslah tetap diingat bahwa hukum asal mengenai berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib bagi setiap anak, sebagaimana dalam pembahasan yang sudah diuraikan diatas.

Dengan demikian, makna pernyataan bahwa yang paling berhak terhadap seorang perempuan yang sudah menikah adalah suaminya, bukan berarti hak tersebut mutlak sehingga harus mematuhi suaminya meskipun suami tersebut memerintahkan untuk berbuat durhaka kepada kedua orang tua. Karena telah tetap kaidah dalam agama ini bahwa Rasulullah SAW menyatakan:

لاطاعة في معصية الله إنما الطاعة في المعروف

"Tidak ada ketaatan (kepada mahluk), jika ketaatan tersebut mengandung maksiat kepada Allah, karena sesungguhnya ketaatan itu hanya ada dalam perkara-perkara yang ma`ruf (baik)."

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Thabrani.

Ana tegaskan kembali bahwa hak orang tua memiliki peringkat kedua di bawah syirik kepada Allah SWT, yang pengkategorian dosanya pun disebutkan dengan dosa syirik. Ini menyiratkan bahwa menzhalimi hak orang tua adalah bentuk lain dari menzhalimi hak Allah SWT pula. Ini berarti pula bahwa menzhalimi hak orang tua adalah sebuah dosa dan kemaksiatan yang sangat besar, sehingga tidak boleh taat kepada siapapun yang memerintahkan untuk melakukannya, meskipun kepada suami ataupun istri.

Demikian pula halnya dengan pernyataan bahwa seorang laki-laki adalah hak ibunya, bukan berarti dengan hal tersebut menjadi alasan untuk menzhalimi hak-hak istri dan keluarga yang lainnya. Karena semuanya memilki hak masing-masing, yang harus ditunaikan secara proporsional.

Sebagai penutup, melalui tulisan ini ana berwasiat kepada kaum muslimin yang membaca tulisan ana ini, janganlah pernah mengabaikan hak orang tua kita, khususnya jika mereka telah lanjut usia dan tidak mampu lagi mencari nafkah dan kebutuhan untuk diri mereka masing, janganlah sampai kesibukan kita dengan amanah-amanah dakwah dan keluarga, menjadikan kita lupa bahkan tidak ingat untuk sekedar berkunjung dan menanyakan kabar kepada kedua orang tua kita.

Sebenarnya ana sangat miris melihat dan menemukan sangat banyaknya orng-orang tua yang terlantar di usia senjanya, karena anak-anaknya sudah berkeluarga semuanya. Jangan sampai hal ini terjadi di kalangan keluarga para aktivis dakwah.

Bagi para aktivis yang sudah berkeluarga, ana wasiatkan untuk jangan sampai ada rasa membeda-bedakan antara orang tua kandung dan mertua, karena keduanya adalah sama-sama orang tua yang paling wajib merasakan kebaikan dan keindahan akhlaq dari anak kandung dan menantunya.
Bekerjasamalah dalam berbakti dan taat kepada keduanya, apapun posisi kita, baik sebagai suami, ataupun sebagai istri.

Semoga bermanfaat………..

Bandung, 4 April 2013 Pkl.11.35 menjelang Zhuhur

Khadim Al-Qur'an wa As-Sunnah

Aswin Ahdir Bolano
26/01/2016, 19:48 - Fadrizali: sumber http://aktivis-dakwah.blogspot.co.id/2013/04/hak-suami-istri-vs-hak-orang-tua-mertua.html

Riwayat chatting terlampir